Posted in Bollywood, drama

Provoked

 

provoked1

gambar diambil dari sini

 

Judul : Provoked : A True Story

Tahun rilis : 2006

Sutradara : Jag Mundhra

Cast     : Aishwarya Rai, Naveen Andrew, Miranda Richardson, Robbie Coltrane

 

Sebetulnya ini bukan film Bollywood, melainkan produksi Inggris. Hanya, memang kisahnya tentang seorang perempuan India yang tinggal di London.

Secara sinematografi, ini film yang biasa saja, sudut-sudut pengambilan gambarnya, cukup-cukup saja, sampai saya sempat bingung, ini kok biasa banget ya bikinnya. Tidak special, tata rias biasa saja, visual efek tidak ada, music juga sekadarnya. Ternyata memang kekuatan film ini ada di cerita.

Kiranjit, adalah gadis Punjabi, India, yang menikah dengan Deepak Ahluwalia, pria yang baru dikenalnya selama satu hari saja. Di tahun 1979, Kiranjit yang yatim piatu dan merupakan bungsu dari Sembilan bersaudara, tidak memiliki pilihan lain selain menikah. Semua orang yang membantu memersiapkan pernikahannya selalu mengatakan, ia akan bahagia, sebab Deepak punya pekerjaan tetap di London, dan ia pria yang baik. Deepak juga akan mendukungnya tetap melanjutkan pendidikan.

Takdir berkata lain. Hanya dalam hitungan hari setelah pernikahan, sifat asli Deepak mulai muncul. Ia mengatur semua hal yang bisa dilakukan Kiranjit. Makanan dan minuman yang boleh ia makan, siapa saja yang boleh bergaul dengannya, baju apa yang boleh ia kenakan. Tak hanya itu, Deepak senang menyiksanya secara verbal, fisik dan psikologis. Rambut dijambak, leher dicekik, diancam dengan pisau, ditinju, diancam dengan setrika panas adalah makanan Kiranjit sehari-hari. Seringkali semua siksaan ini dilakukan ketika Kiranjit hamil dan di hadapan anak-anaknya (mereka punya dua anak).

10 tahun pernikahan, pada tahun 1989, akhirnya Kiranjit tak tahan lagi. Saat suaminya tidur, ia menuangkan bensin dan membakarnya. Kiranjit tidak berniat membunuh Deepak, Kiran hanya ingin Deepak merasakan sakit yang ia rasakan. Pun begitu, karena 40 % luka bakar yang dideritanya, Deepak Ahluwalia akhirnya meninggal 10 hari kemudian.

Kiranjit Ahluwalia, ditangkap dan dikenakan tuduhan pembunuhan. Hakim memvonisnya bersalah dan menjebloskannya ke penjara dengan hukuman seumur hidup. Anehnya, saat seorang aktivis perempuan menjenguknya di penjara, dan bertanya apa yang ia rasakan, Kiranjit menjawab, “I feel so free.”

Ini bukanlah akhir dari kisah Kiranjit, tapi sebaiknya kalian nonton juga. Sekadar informasi, kasus Kiranjit Ahluwalia telah menambahkan hukum baru, pada penyelenggaraan persidangan di Inggris. Kasus ini menjadi sangat viral pada zamannya, sebab melibatkan kekerasan pada perempuan, sesuatu yang seringkali dipandang sebelah mata.

Saya sendiri, menonton film ini dengan perasaan ngilu. Sebab masih ada begitu banyak perempuan yang belum bisa lepas dari kubangan domestic violence. Para perempuan yang memilih diam demi anak-anak, atau demi memertahakan pernikahan. Supaya tidak jadi bahan omongan para tetangga, dan keluarga sendiri.

Sedih.

 

Advertisements

Author:

Hanya seorang pecinta kata-kata. Kebanyakan saya menulis tentang hal-hal biasa, dengan cara yang diusahakan tidak biasa. Keseharian saya dipenuhi dengan momong anak, diskusi film, mengajar bahasa asing dan membaca buku. Full time mother, part time teacher, lifetime learner ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s